Sebuah Fenomena Kehidupan: Kendati Telah Taubat, Mengapa ‘’ SAYA ‘’ Tetap Doyan Bermaksiat?!!

Posted in Uncategorized on Januari 16, 2010 by agungprajuliyanto

Saya akan berbagi kepada anda semua tentang sedikit fenomena yang saya rasakan dan saya baca dari  buku karangan Suyadi ( pengarang Quantum Dzikir).  Terkadang kita tidak bisa memahami diri kita sendiri. Pada suatu waktu, kita berbuat maksiat. Tetapi dilain waktu, kita bertaubat

dengan sungguh sungguh dan menyesali kemaksiatan yang dilakukan serta berjanji tidak akan mengulangi kemaksiatan tersebut, dan memperbanyak amal kebajikan. Ternyata, beberapalama kemudian, kita mengingkari janji dan menceburkan diri ke lembah kemaksiatan yang penuh dengan dosa. Hal itu berlangsung terus menerus secara silih berganti.

Seakan akan kita sangat mudah terlena dengan kesenangan dan kenikmatan dunia. Saking terlenanya, kita sering melupakan urusan akhirat, jarang beribadah, dan semakin jauh dari Allah Swt. Kini, kesenangan dunia semakin menjauhkan diri kita dari Allah Swt. Sehingga kita, termasuk saya, mudah terperdaya berbuat maksiat, malas beribadah dan bahkan meninggalkan shalat lima waktu tanpa beban. Saat berbuat maksiat, kita tidak merasa takut dan tidak meyesali perbuatan tersebut.

Jika kita cermati fenomena tersebut, tentu kita menyimpulkan bahwa taubat dan maksiat terjadi secara silih berganti. Hal ini tentunya dipengaruhi oleh keimanan dan pengaruh lingkungan social kita. Lingkungan social disini mempunyai pengaruh yang cukup besar. Jika kita senantiasa berkumpul dengan orang orang shalih, maka kita akan terjaga dari perbuatan maksiat. Lain halnya jika kita berteman dengan orang orang yang sering berbuat maksiat, kita tentu cenderung akan berbuat maksiat dan tidak merasa malu saat melakukannya.

Kita tentunya mudah terperdaya oleh keelokan dunia dan kesenangan yang bersifat sementara. Jika kita tidak bias menyikapi hal tersebut secara bijaksana, maka sulit bagi kita untuk melakukan amal amal kebaikan di dunia ini dan tentunya untuk melakukan taubat. Bila hal it terus menerus mewarnai hidup kita, maka kita tidak mempunyai bekal kebajikan yang berlimpah saat berjumpa dengan Allah Swt. Saya sendiri juga merasa sangat berat untuk selalu berbuat kebaikan, tetapi marilah kita selalu berusaha untuk memperbaiki hidup ini.

Sesungguhnya Perjuangan itu Tak Pernah Merugi

Tiap Peluhnya akan Menjadi Mutiara, Air Matanya Menjadi Cahaya

Lelahnya Penebus Dosa, Gugurnya Bernilai Surga

MARILAH TEMAN TEMAN, KITA BERJUANG BERSAMA

UNTUK MENJADIKAN HIDUP INI LEBIH BAIK

BUNUH DIRI : Hobi Baru Rakyat Indonesia ?

Posted in Uncategorized on Januari 16, 2010 by agungprajuliyanto

Bunuh diri, beberapa waktu ini kita sangat akrab dengan kata itu. Yah, banyak sekali masyarakat yang tidak segan segan untuk melakukan hal tersebut. Mereka seperti tidak menghargai anugerah kehidupan ini. Dalam mengakhiri hidupnya ini, mereka menggunakan cara cara yang bervariasi seperti loncat dari gedung, meminum racun, ataupun dengan menceburkan diri ke sungai. Tetapi mereka melakukan bunuh diri bukan tanpa sebab, ada sebab sebab tertentu yang mendorong orang untuk mengakhiri hidupnya ini. Sebab sebab yang sering muncul seperti himpitan ekonomi, gangguan jiwa, atau bahkan tidak jarang dari mereka yang melakukan bunuh diri karena cinta.

Banyak sekali kasus kasus bunuh diri yang terjadi di Indonesia baru baru ini. Salah satunya adalah tewasnya Richard Zulkarnaen yang melakukan bunuh diri meloncat dari lantai enam mangga dua square. Selain itu Yani Setiani warga Jakarta Utara juga nelakukan bunuh diri dengan cara serupa, tetapi dia melakukannya dari lantai sebelas Apartemen Gading River View City, Jakarta Utara. Bahkan kemarin ( kamis 14 januari 2010) lagi lagi ada seorang supir angkot yang melakukan “ harakiri “ karena isterinya selingkuh. ( sumber : okezone.com). Tiga kasus itu merupakan contoh kasus bunuh diri yang terjadi di Indonesia. Selain dua kasus itu, masih banyak kasus kasus bunuh diri lainnya tentunya dengan cara dan sebab yang berbeda pula. Yah, memang baru baru ini bunuh diri seperti menjadi hobi baru bagi masyarakat Indonesia.

Kejadian kejadian bunuh diri yang dilakukan di Indonesia tersebut, bisa dijadikan bukti dari apa yang dikemukakan tokoh sosiologi yang terkenal yaitu Emile Durkheim. Emile Durkheim membagi bunuh diri menjadi empat jenis, yaitu :

Egoistic Suicide :

seseorang melakukan bunuh diri karena factor dari diri sendiri. Atau dapat dikatakan orang tersebut mempunyai egoisme yang tinggi. Dan seseorang tersebut tidak dapat melakukan integrasi dalam kehidupan masayarakat.

Altuistic Suicide :

yaitu seseorang rela melakukan bunuh diri untuk orang lain atau untuk kelompok yang dicintainya. Hal ini karena tingginya tingkat integrasi dalam kelompok tersebut, sehingga orang tersebut rela mati demi kelompoknya.

Anomie :

yaitu bunuh diri yang disebabkan karena norma yang ada tidak bisa lagi mengatur atau dapat dikatakan kekaburan norma. Sehingga individu individu tersebut merasa bingung, bahkan sampai kehilangan cita cita dan tujuan hidup, sehingga dia melakukan bunuh diri.

Fatalistic Suicide :

yaitu bunuh diri yang disebabkan karena seseorang sudah pasrah dan tidak bisa mengubah nasib atau hidupnya. Sehingga dia mempunyai pandangan bahwa masyarakat tidak asyik, dan hal ini mendorong untuk melakukan bunuh diri.

Dari teori teori yang dikemukan oleh Emile Durkheim tersebut bahwa memang sangat terbukti bahwa latar belakang yang mendorong bunuh diri itu bermacam macam. Memang sangat disayangkan tindakan beberapa masyarakat Indonesia yang rela mengakhiri hidupnya dengan tragis. Sebagai warga Negara yang baik, kita harus bisa mengambil pelajaran dari peristiwa peristiwa bunuh diri di Indonesia. Kita harus kembali pada kodrat kita sebagai makhluk social, yaitu siap untuk menolong sesama yang memang sangat membutuhkan bantuan dari kita. Selain itu, Sudah selayaknya peristiwa peristiwa tersebut menjadi pelajaran bagi kita, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat supaya lebih peduli dan memperhatikan sesame, serta berusaha untuk menumbuhkan kesadaran di segala aspek kehidupan untuk selalu memegang nilai dan norma yang ada, lebih lebih norma agama, yang sangat jelas melarang bunuh diri. Tentunya dengan harapan untuk meminimalisir atau bahkan menghilangkan kasus kasus bunuh diri yang mewarnai negeri ini.

Berjalan Jalan Di Kabupaten Magelang

Posted in Uncategorized on Januari 15, 2010 by agungprajuliyanto

Bila berbicara mengenai Kabupaten Magelang, mungkin pandangan kita langsung tertuju ke tempat wisata budaya Candi Borobudur. Yah, itu tidak mengejutkan karena memang Candi Borobudur itu pernah menjadi salah satu dari tujuh keajaiban di dunia. Sehingga hampir semua orang di negeri ini mengetahui keberadaan Candi tersebut. Tetapi, selain Candi Borobudur itu, Magelang masih memilik tempat wisata yang menarik dan patut ditelusuri jika liburan tiba.

Perjalanan ini akan saya mulai dari sebelah timur Kabupaten Magelang, tepatnya di Kecamatan Blabak. Yah, tepatnya di Kecamatan ini ada gardu pandang Ketep Pass. Tempat wisata ini menyajikan pemandangan keindahan gunung merapi. Selain indah, udara disini juga tergolong sejuk. Selain itu, di sini juga terdapat Volcano Theater yang menyajikan film ketika gunung merapi meletus. Di Ketep Pass ini kita akan disuguhi jagung bakar hangat yang sungguh nikmat nikmat disantap sambil melihat pemandangan yang indah. Dibawah Ketep Pass ini juga masih terdapat tempat wisata yaitu Kedung Kayang. Kedung Kayang ini merupakan air terjun disertai sungai yang mengalir dibawahnya. Biasanya Kedung Kayang ini dipadati oleh muda mudi yang sedang menjalin asmara.hehehe

Setelah dari sebelah timur Magelang, kita beranjak ke sebelah utara Magelang, yaitu di Kecamatan Grabag, disana ada air terjun yang alam yang bernama Sekar Langit. Yah, air terjun ini berada di pegunungan yang begitu sejuk. Jalan untuk menuju kawasan inipun sudah bagus. Dibawah air terjun ini juga terdapat air sungai yang mengalir, air ini sangat jernih karena memang berada di pegunungan. Pokonya sejuk banget Dech…… keempat tempat wisata tersebut merupakan segelintir tempat wisata yang ada di Magelang, masih banyak tempat wisata menarik lainnya seperti candi mendut dan kebun srowberry. Untuk makanan khas, Magelang punya makanan yang bernama GETHUK. Gethuk Magelang yang berbahan dasar singkong ini sangat lezat dech pokoknya. Anda akan merasakan keenakannya setelah anda mencicipinya. Iya gak?

Dalam artikel ini memang sengaja saya buat singkat, supaya anda penasaran terhadap tempat wisata wisata itu, dan tentunya anda Magelang. Kabupaten Magelang layak dimasukkan ke dalam jadwal liburan anda????oke!!!!

Fasilitas Bintang Lima, di Hotel Prodeo

Posted in Uncategorized on Januari 14, 2010 by agungprajuliyanto

Baru baru ini mata rakyat Indonesia kembali dikejutkan oleh pemberitaan media yang tertuju pada tahanan wanita kelas II A Pondok Bambu, Jakarta Timur. Karena ditempat inilah terpidana kasus suap dan narkoba Artalyta Suryani dihukum. Di rumah tahanan ini, Ayin, panggilan akrab Artalyta, tak jauh beda dengan tinggal di sebuah hotel dengan fasilitas bintang lima.

Hal ini terkuak setelah adanya inspeksi mendadak yang dilakukan oleh Deny Indrayana dan rombongan yang menyambangi rumah tahanan wanita tersebut. Semua mata terpelalak setelah melihat fasilitas yang dimiliki Artalyta di dalam tahanan tersebut. Di ruang tahanan Artalyta ini terpampang banyak fasilitas seperti yang ada dalam hotel hotel berbintang. Di kamar tahanan Artalyta tersebut terdapat pendingin ruangan ( AC ), tempat tidur bayi, Tv layar datar, ruang perawatan kecantikan, dan terdapat pula ruangan kecil yang digunakannya untuk karaoke. Bahkan, di dalam ruangan ini dia memiliki seorang wanita yang bisa dibilang sebagai pembantunya. Didalam tahanan ini pula, Artalyta masih bisa berhubungan dengan rekan bisnisnya, bahkan dia pernah melakukan rapat di tempat ini. Ruang kamar tahanan Artalyta ini memang tak ayal seperti sebuah kamar yang ada dalam hotel berbintang.

Ruang tahanan Artalyta ini sangat berbeda dengan ruang ruang tahanan narapidana lain. Dimana, pada ruang tahanan napi biasa, dihuni oleh sekitar 15-20 orang per ruangnya. Bahkan, bila dibandingkan fasilitasnya, hal ini sangat berbeda 180 derajat. Di sel lain, mereka tidur hanya beralaskan lantai di balik jeruji besi. Selain itu mereka juga hanya sediakan satu kamar mandi untuk digunakan 15 sampai 20 orang tersebut. Mereka juga terkesan berhimpit himpitan karena terlalu banyaknya orang yang menghuni sel tersebut. Sungguh ironis memang, Artalyta yang notabene narapidana kelas kakap, malah mendapat fasilitas yang tergolong mewah di dalam kamar tahanannya. Kehidupan di Rumah Tahanan ini seperti tak membuatnya menderita dan menyesal atas apa yang ia lakukan. Lantas, apa yang dilakukan oleh aparat hukum selama ini? Sehingga seorang napi bisa mendapat fasilitas mewah didalam tahanan.

Mungkin, ketika uang masih menjadi factor utama untuk menggerakkan manusia, sulit rasanya untuk menegakkan keadilan di negeri ini. Dalam kejadian ini, tidak bisa dipungkiri bahwa adanya campur tangan aparat hukum sehingga Ayin dapat memiliki fasilitas mewah didalam ruang tahanannya. Terus, Kapankah aparat hukum di negeri ini akan sadar???..kapankah kaeadilan di negeri ini akan terwujud?????..pertanyaan itu pasti ada disetiap benak rakyat Indonesia saat ini. .

Sudah Amankah Kondisi Lalu Lintas di Indonesia ????????

Posted in Uncategorized on Januari 13, 2010 by agungprajuliyanto

Dalam era globalisasi ini kebutuhan akan ketersediaan transportasi public yang aman dan nyaman sangat diharapkan oleh seluruh lapisan masyarakat di Negeri ini. Transportasi public ini sangat mempengaruhi mobilitas penduduk hampir di semua wilayah di Indonesia. Tetapi ironisnya, kondisi kualitas transportasi di Indonesia dinilai rendah. Hal ini tidak mengherankan karena memang banyak masalah masalah dan kecelakaan kecelakaan yang terjadi di Negara ini. Kondisi ini menyebabkan ketakutan dan ketidakpercayaan warga masyarakat pada kondisi transportasi di Indonesia.

Sederetan peristiwa kecelakaan mewarnai kondisi transportasi negeri ini. Dari peristiwa kecelakaan sepeda motor yang disebabkan oleh buruknya kondisi jalan, hingga kecelakaan pesawat terbang menghiasai daftar hitam betapa memprihatinkan kondisi transportasi di Indonesia pada saat ini. Keselamatan bagi para pengguna transportasi public seakan kurang diperhatikan oleh pemerintah. Selain itu, hampir kemacetan dan kemsemrawutan lalu lintas menjadi hal rutin yang bisa ditemui setiap hari. Kondisi ini secara umum disebabakan oleh ledakan jumlah kendaraan pribadi serta kecilnya daya dukung infrastruktur dan suprastruktur jalan yang memadai.

Banyaknya masalah yang muncul pada keadaan lalu lintas ini sebenarnya tidak hanya dari kebijakan public dari pemerintah, tetapi juga ada beberapa factor lain yang mempengaruhi, khususnya transportasi darat. Factor tersebut seperti mentalitas para pengguna jalan dan sikap aparat hukum. Kedua factor tersebut menurut saya sangat berperan dalam kemsemrawutan kondisi lalu lintas pada saat ini.

aparat yang melanggar aturan

Mentalitas para pengguna jalan raya pada saat ini cenderung memprihatinkan dan se enaknya sendiri. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya pengguna jalan yang menggunakan jalan raya dengan semena mena dan se enaknya sendiri. Atau bahkan kurang memperhatikan keselamatan diri sendiri maupun keselamatan orang lain. Hal ini tentunya akan menambah masalah di jalan raya. Setiap saat kita tentunya melihat banyaknya para pengguna sepeda motor yang kebut kebutan dan tidak jarang juga melanggar peraturan lalu lintas. Contoh lainnya, kita juga sering melihat atau bahkan mengalami kalau bus bus kota sering se enaknya sendiri dalam menaikkan atau menurunkan penumpangnya. Hal ini ditambah dengan minimnya tempat untuk menaikkan atau menurunkan penumpang ( halte ) yang memadai. Sehingga , semakin lengkaplah kemsemrawutan lalu lintas yang terjadi.

Disisi lain, sikap aparat hukum yang tidak tegas dan terkesan kompromis juga sering kita temui, atau bahkan kita pernah mengalaminya. Memang, banyak para aparat hukum yang terkesan kompromi pada para pelanggarnya, apalagi yang menyangkut pelanggaran penggunaan jalan atau lalu lintas. Mereka terkesan hanya memikirkan kantongnya sendiri. Sering kita temui, banyak dari anggota polisi yang sangat kompromi kepada para pelanggarnya. Contoh konkritnya, ketika ada pengguna jalan yang melanggar peraturan lalu lintas, mungkin hanya dimintai uang, tanpa ada sanksi yang membuat pelanggar itu jera dan sadar atas perilaku yang telah dilakukannya. Denda atau uang itupun, kemungkinan besar masuk ke kantong aparat tersebut. Jika kondisi seperti ini terus berlanjut, kesemwrawutan lalu lintas di Indonesia akan sulit diperbaiki.

Sebenarnya, pemerintah juga terus berusaha untuk memperbaiki kondisi lalu lintas ini. Buktinya dengan dikeluarkannya Undang Undang no.22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. Menurut saya, kunci penyelesaian dari masalah lalu lintas ini tidak hanya ber pusat pada pemerintah saja. Tetapi harus disertai dengan adanya kesadaran dan sinergisitas antara elemen elemen yang berpengaruh terhadap kondisi lalu lintas ini. Elemen elemen tersebut menyangkut perilaku dan disiplin pengguna jalan, penyedia infrastruktur dan sarana jalan, hingga penyedia alat transportasi umun. Dengan kesadaran dan sinergisitas dari elemen elemen tersebut, diharapkan dapat memperbaiki kondisi lalu lintas di negeri ini.

Dibalik Buku “ Membongkar Gurita Cikeas”

Posted in Uncategorized on Januari 13, 2010 by agungprajuliyanto

Beberapa waktu yang lalu seluruh elemen masyarakat Indonesia dikejutkan oleh terbitnya buku karangan George Junus Aditjondro yang berjudul “ Membongkar Gurita Cikeas “. Walaupun saya sendiri belum pernah membaca buku ini, tetapi tidak ada salahnya saya sedikit ber argumen tentang buku ini. Yah, buku yang belakangan ini selalu menjadi berita utama dalam madia massa maupun media elektronik karena isi buku ini dinilai sangat kontroversial. Buku yang mengulas tentang aliran dana bank century ke beberapa Yayasan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini memang belakangan ini menyita perhatian publik tanah air.

Setelah terbit, buku karangan George Junus Aditjondro ini menuai kontroversi dari kalangan masyarakat. Tanggapan di masyarakatpun bervariasi, beberapa dari mereka “pro” dengan buku ini. Tetapi tidak sedikit dari mereka yang juga menyatakan “ kontra” dengan buku karangan George Junus Aditjondro ini. Bagi yang “ kontra “ dengan buku ini, Mereka menganggap kalau isi dari buku ini hanyalah fitnah semata tanpa bukti bukti ilmiah. Tetapi di lain pihak, bagi masyarakat yang “ pro “ dengan buku ini, mereka beranggapan bahwa buku ini merupakan bukti ekspresi seorang penulis untuk mencurahkan buah pikirannya.

Beberapa hari setelah diterbitkan, buku ini sangat sulit dicari karena raib dari pasaran. Jikapun ada, harga buku ini membumbung tinggi. Di beberapa daerah buku ini memang sulit dicari, termasuk di Yogyakarta. Beberapa waktu yang lalu saya mencoba mencari buku ini di pameran buku, tetapi disana saya juga tidak menemukan ini. Padahal, sepengetahuan saya, pemerintah belum secara resmi mengumumkan pelarangan terbit buku ini. Jikalau pemerintah memang akan melakukan pelarangan terbit terhadap buku ini, sebaiknya keputusan ini dikaji ulang lagi. Karena bila pelarangan ini benar benar terjadi, akan menimbulkan beberapa efek dalam masyarakat. Selain akan ber efek pada kerugian secara ekonomi bagi penerbit, juga dapat meningkatkan pembajakan. Selain itu, bila memang akan dilarang, bisa mendorong sejumlah orang yang ingin mencari keuntungan dengan melakukan pembajakan terhadap buku ini kemudian dicetak dan dijual dengan harga yang lebih mahal.

Apabila mengenai isi buku ini, seperti saya sebutkan diawal tadi bahwasannya saya juga belum membaca buku ini keseluruhan. Tetapi yang menarik adalah komentar dari Amin Rais yang saya kutip dari situs kompas.com, beliau berpendapat bahwa “Saya mendapat info yang masih sepihak. Buku ini merupakan gabungan dari berbagai sumber sekunder, seperti internet, jurnal, dan koran. Data-data ini kemudian digabung-gabungkan. Tidak ada hasil penelitian sendiri”. Saya juga tidak begitu tahu tentang kebenaran pendapat Amin Rais ini. Tetapi dengan adanya pendapat dari Amin Rais ini, kita bisa mendapat gambaran bagaimana sang penulis mendapatkan data data untuk karyanya itu. Ini member gambaran kalau sang penulis memang kurang memiliki data data ilmiah untuk menyusun bukunya tersebut.

Dalam pandangan saya sebagai penutup artikel ini, buku Membongkar Gurita Cikeas ini sebenarnya tidak perlu di bahas secara berlebihan oleh media. Toh belakangan ini juga muncul buku “ menjawab Gurita Cikeas”, yang seakan menjadi buku tandingan  Membongkar Gurita Cikeas. Penilaian pada akhirnya diserahkan kepada seluruh masyarakat, jika memang buku Membongkar Gurita Cikeas terbukti tanpa data data yang nyata dan ilmiah, jadi dapat dikatakan bahwa kemunculan buku tersebut hanya mencari sensasi dari public.

KETIKA ARTIS MENJADI POLITIKUS

Posted in Uncategorized on Januari 11, 2010 by agungprajuliyanto

Belakangan ini fenomena berbondong bondongnya artis masuk ke dunia politik kian marak. Bahkan kemenangan artis artis dalam pilkada beberapa waktu lalu menjadi sebuah fenomena politik di negeri ini. Fenomena ini telah terjadi di Indonesia sejak beberapa tahun yang lalu. Sebenarnya kurang begitu jelas apa maksud dari para artis tersebut memilih jalan berkecimpung di dunia politik. Sudah banyak para artis yang terjun dalam dunia politik seperti Rano Karno, Dede Yusuf, Eko Patrio, Angelina Sondakh, Rachel Maryam dan bahkan baru baru ini berhembus kabar kalau Ayu Azhari juga akan mencalonkan diri sebagai calon wakil bupati Kabupaten Sukabumi. Apakah tujuan mereka adalah mencari jabatan? Menambah popularitas? Ataukah menambah penghasilan mereka?. Mungkin salah satu dari hal tersebut merupakan tujuan mereka untuk mengepakkan sayap di dunia perpolitikan Indonesia.

Mungkin masuknya para artis di dunia perpolitikan di Indonesia ini dapat kita sikapi sebagai warna warni dari Demokrasi Indonesia. Tetapi menurut saya, tidak semua artis yang terjun di dunia perpolitikan ini dapat diandalkan, hal ini karena sebagian besar dari mereka tidak mempunyai latar belakang politik atau hanya bermodal ke popularitasan saja untuk meraih simpati rakyat. Dengan modal kepopularitasan mereka, para partai politik yang menggandeng mereka diuntungkan dengan tidak perlu melakukan publikasi secara besar besaran, karena pada umumnya para rakyat sudah sering melihat mereka di media massa maupun elektronik. Tapi sekarang pertanyaannya adalah apakah dengan kepopularitasan itu, mereka dapat mewakili hak hak rakyat di anggota dewan??

Jika kita cermati lagi, banyaknya artis yang digandeng partai politik untuk terjun ke dunia politik, merupakan strategi dari partai untuk meraup suara sebanyak banyaknya sehingga dapat memenangi pemilu. Padahal, belum tentu para artis tersebut menguasai dan mengerti masalah masalah yang dihadapi negeri ini. Hendaknya, para artis harus mempunyai komitmen, yaitu meninggalkan dunia hiburan dan selanjutnya focus pada parlemen atau dewan untuk lebih menyesuaikan diri dengan dunia politik serta memikirkan kemajuan bangsa ini. Karena pada dasarnya artis yang telah terpilih menjadi anggota dewan tersebut mewakili beribu ribu rakyat Indonesia yang selalu mengharapkan kontribusi artis tersebut untuk kemakmuran dan kemajuan bangsa Indonesia ini.

Mungkin fenomena ini merupakan warna warni demokrasi yang terjadi di Indonesia. Dapat dikatakan bahwa siapa saja berhak untuk menjadi anggota dewan, walaupun belum mengetahui tentang perpolitikan. Semoga pada tahun tahun berikutnya, para partai politik tidak salah orang untuk menggandeng kader kadernya yang akan duduk di kursi empuk senayan. Karena secara tidak langsung, merekalah yang mewakili seluruh rakyat Indonesia yang tentunya mempunyai satu harapan yaitu kemajuan negeri ini.